Minggu, 22 Oktober 2017

Silakan Pergi



Sore itu, menuju maghrib, pertama kali kita jalan berdua, semuanya terasa kaku, hening, dan hampa. Hanya ada suara derap kaki dan degup jantung yang begitu tidak terkontrol. Tapi lihatlah, waktu mulai mengiringi langkah kita. Semuanya berubah. Yang awalnya hanya ada abu-abu, kini mulai berwarna.
Tapi sepertinya semesta berkata lain. Ia tidak setuju, melihat sepasang manusia yang perlahan saling menyakiti. Secara pasti, kamu merubah warna itu kembali. Bahkan, kini hanya ada hitam bagiku.
Lihat! Apa yang telah kamu perbuat tidak hanya berdampak pada dirimu sendiri. Tapi aku! Dengan terkatung-katung aku mencoba menyelamatkan hati, sebelum ia tergores lebih dalam. Tolong, jangan biarkan aku menganggap bahwa semua laki-laki di dunia ini sama saja, yang hatinya tertutup nafsu dan ego.
Jika perempuan itu adalah perempuan terbaik yang pernah kamu kenal, pergilah. Aku adalah perempuan yang tidak akan pernah sanggup melihat orang yang begitu aku cintai, menabur kebahagiaan pada perempuan lain. Pergilah, biarkan aku berusaha kembali menata hati yang telah hancur berkeping-keping. Pergilah, aku tidak ingin memiliki lelaki yang hatinya begitu mudah sekali dilema. Pergilah, aku pun tidak membutuhkan lelaki yang tidak bisa menjaga komitmen yang telah dibuat.
Pergilah, kamu harus selalu bahagia, dengan atau tanpa aku sekalipun.

Senin, 27 Maret 2017

GEJOLAK

Kamu.
Banyak hal yang ingin aku sampaikan. Banyak sekali bulir-bulir kekecewaan yang aku pendam. Aku memang sempat menangis di hadapan mu, dan seharusnya kamu mengerti sedalam apa luka yang kamu goreskan di hati bahkan hidupku.

Pertama, aku sangat menyayangimu. Mungkin tak sepadan dengan rasa sayang perempuan-perempuan lain kepadamu. Tapi, satu yang harus kamu tahu. Jika suatu saat kamu berada di kehidupan yang rumit dan runyam, aku lah orang yang bersedia kau bagikan beban untuk di pikul.

Kedua, aku begitu mempercayaimu. Sampai-sampai jika kamu tidak memberiku kabar, aku tetap percaya bila setiap langkah yang kamu ambil adalah langkah yang baik dan tak akan menyakiti siapapun termasuk aku.

Ketiga, aku begitu nyaman dengan mu. Di kala susah dan senang, aku tetap berada disampingmu. Karena dalam keadaan susah, aku tahu kamu hanya membutuhkan pundak yang dengan ikhlas bersedia menopang kepedihanmu.

Namun, semua keikhlasanku ini kamu hancurkan sekejap saja. Kamu pergi menemui perempuan lain, perempuan yang sempat tinggal di hati mu dulu. Kamu pergi diam-diam, sampai akhirnya aku mengetahui semuanya. Aku tidak asal mengambil keputusan, aku masih ingin mendengarkan penjelasanmu. Dari caramu berbicara dan bagaimana matamu menjelaskan, begitu jelas, tidak ada rasa bersalah hadir dalam diri dan hatimu. Tanpa kamu tahu, sayang, kepercayaan dan kepedulianku terhadapmu sirna. Aku merasa semesta begitu kejam.

Kamu meminta maaf dan berusaha menenangkanku ketika dengan lemah dan rapuh aku terisak di hadapanmu. Andai saja maaf bisa menyembuhkan luka. Andai saja kepercayaan bisa di bangun kembali dengan mudah. Dan andai saja pada saat itu yang berperan adalah logika, bukan perasaan, mungkin aku tidak akan sekacau ini. Terkadang, aku merutuki diriku sendiri. Kemana logikaku saat itu? Sebegitu rapuhkah aku? Sebegitu lemahkah aku?

Aku hanya ingin menyampaikan. Terima kasih, goresan luka dari mu sungguh membekas. Kamu berhasil membuat kepercayaanku tenggelam bersama tangis dan membuatku merasa menjadi manusia yang binasa.

Rabu, 12 Agustus 2015

Pertemuan Singkat, Punya Cerita

Kami kembali dipertemukan setelah 4tahun lamanya tidak bertemu & tidak saling bertatap mata lagi. Saya mengenalnya 7tahun yang lalu, saat kami masih berumur 12 tahun. Namun kita hanya saling mengenal, tak pernah saling berbicara, tak pernah saling bercerita. Masa dimana saya hanya mengetahui namanya, tingkahnya yang aneh dan suaranya yang selalu terdengar keras. Jauh berbeda dengan saat ini, ketika kami kembali dipertemukan diumur 19tahun. Dia berubah menjadi lelaki yang sangat menyenangkan, baik dan satu yang begitu terlihat perubahannya, dia terlihat sangat dewasa, tubuhnya pun semakin tinggi. Pertemuan itu jelas singkat, hanya terjadi 10detik. Setelah itu kami tidak bertemu lagi, namun ada yang aneh. Kami saling bertukar cerita, bertukar suara, bertukar foto bahkan bertatap wajah lewat media sosial. Aneh, karena saya selalu berfikir kenapa bisa?
Disamping itu saya percaya, pertemuan itu merupakan satu rencana yang Maha Kuasa. Kita melangkah pun merupakan rencanaNya. Apalagi dengan pertemuan?
Saya pun memiliki perasaan yang lebih, perasaan yang bukan hanya untuk teman. Saya memiliki harapan yang lebih, harapan yang setiap saat saya ucapkan kepadaNya. Hatipun selalu bergetar setiap kali dia bertingkah yang menurut saya romantis. Saya selalu tertawa lepas saat dia seringkali membuat lelucon aneh. Saya tidak pernah tahu apa rencana Allah selanjutnya. Namun, saya yakin Allah selalu mendengar apa yang saya harapkan. Dan saya akui jika saya benar-benar menyayanginya. Terhitung sejak saya dipertemukan kembali dengannya. Hingga saat ini.

Jumat, 12 Juni 2015

Tak Terasa Waktu pun Berubah

Untuk kamu, yang selalu aku rindukan.
Hai kamu, kini kurasa semua telah berubah. Tidak ada lagi canda diantara kita, yang ada hanya kerinduan dan kekesalan yang aku rasakan. Entah, aku tak tahu apa yang kamu rasakan saat ini. Apakah merindukanku? Ah, aku tidak mau menjadi manusia yang so tahu.
Kerinduan dan kekesalan ini sungguh sangat tipis, datangnya pun selalu berbarengan.
Masih ingatkah kamu? Dulu kita sangat dekat. Dekat sekali.

Kamis, 26 Maret 2015

Tak Semudah Kupikir


Ternyata tidak mudah mencari sosok penggantimu, aku masih saja terbayang semua yang telah kita lalui. Ya, aku tau semuanya terjadi secara singkat. Tapi bukankah kenangan dan bahagia tidak kenal waktu? Kenangan demi kenangan mengalir begitu saja. Kamu yang dulu selalu membuat aku tertawa lepas, kini sesering mungkin membuat aku diam memandang dengan senyuman kelut. Kamu yang kini meninggalkan, membuat aku merasa

Sabtu, 07 Maret 2015

Seorang Pengganti

Akhirnya kamu menemukan seorang pengganti yang memang jauh lebih baik dariku. Aku memang tidak pantas untuk kamu, aku sadar akan hal itu. Tapi, bagaimana bisa aku menahan semua perasaan ini? Bagaimana bisa aku memendam semuanya sendirian? Apa kamu tahu bagaimana hancurnya aku ketika kamu tidak peduli akan perasaanku dan dengan gampangnya menemukan penggantiku?

Selasa, 17 Februari 2015

Aku, masih sama seperti dulu



Aku disini masih sendiri, entah apa yang harus aku lakukan selain terus memikirkanmu yang pergi meninggalkanku dengan sayatan pedih yang membuat hatiku berkecamuk. Aku yang berjuang mempertahankanmu, aku yang berjuang menerimamu apa adanya, tapi yang kudapat hanya arti sebuah kehilangan. Taukah kamu bagaimana rasanya ditinggalkan lagi sayang-sayangnya? Percayalah, semuanya lebih dari sekedar kata

Last Hug



Hari itu, aku mengunjungimu. Banyak yang ingin aku tanyakan, banyak yang ingin aku ungkapkan. Tentang hubungan kita, yang semakin hari semakin pudar. Namun, rasa rindu mengalahkan semuanya. Aku sama sekali tak ingin membicarakannya, aku hanya ingin menikmati hari ini bersamamu. Namun saat itu juga, kamu menyuruhku pulang hanya karena aku sakit. Taukah kamu? Aku merasa baik-baik saja ketika aku berada dekat

Selasa, 30 Desember 2014

Memang Pedih

Seseorang selalu datang dan pergi, tak peduli seberapa besar dia telah menyakiti, dia tidak pernah malu untuk kembali. Setiap orang datang kepadaku secara bergantian, mulanya memberi kebahagiaan namun diakhir selalu memberi kepedihan. Tapi aku, seolah tidak peduli dengan apa
yang mereka lakukan, dan selalu ingin mencoba cinta yang lain yang jelas akhirnya selalu sama. Peduli atau tidak tentang perasaan, disakiti memang menyedihkan. Tapi tak sedikitpun ingin aku membalas semua perlakuan mereka yang dengan gampangnya menyakiti hati seorang wanita. Setulus apapun cinta, mereka akan datang menyakiti. Aku tidak pernah menyerah untuk mencintai dengan tulus, walau mungkin akhirnya pedih itu kembali, aku sama sekali tidak akan membalas. Menangis,

Jumat, 05 Desember 2014

Pengabaiannya

        Ada beberapa arti pengabaian seseorang terhadapmu. Dia tidak ingin kamu mengganggu aktivitasnya walau sekecil apapun, dia tipe orang yang cuek (tidak memikirkan perasaan kamu) dan bisa jadi dia tipe orang yang ga suka basa-basi (dalam artian dia tidak suka berkomunikasi jika hanya membicarakan sesuatu yang tidak penting). Namun, jangan selalu berfikir negatif pada "pengabaian". Memang diabaikan itu rasanya sangat tidak enak, seperti tidak memiliki namun nyatanya memiliki. Tapi karena pengabaian, rasa rindu selalu memuncak. Tak peduli seberapa sering bertemu, tak peduli seberapa sering bertatap mata, tak peduli seberapa sering saling melempar senyuman, rindu itu selalu ada. Banyak cara untuk menghadapi pengabaiannya :
1. Beri dia pengertian, biarkan dia sibuk dengan aktivitasnya. Namun jangan sampai kita tidak memperhatikannya.
2. Sibukkan dirimu dengan banyak aktifitas agar kamu tidak terlalu memikirkannya.
3. Jangan biarkan kamu sendirian tanpa ada yang mengajak berbicara, karena pasti ingatan kamu bakal selalu tertuju pada dia.
4. Ketika dia menghubungi, jangan sampai kamu ingin membalas pengabaiannya. Penyesalan selalu diakhir.
          

Senin, 11 Agustus 2014

Belum Terlambat Menyadari

Aku asyik bersenandung dengannya dihalaman depan rumah, dia yang jago bermain gitar membuat aku suka bernyanyi. Ya walaupun suaraku hampir mirip klakson bis, kenceng tapi bikin kaget! Rio, dia pacarku. Dia ahli bermain gitar dan beberapa minggu lagi dia bakalan konser di acara peresmian restaurant ayahnya. Aku dan Rio telah berhubungan hampir 2 tahun. Hubungan kita berjalan baik ya meskipun terkadang masalah pasti aja dateng. Dan disini, akhirnya masalah melanda hubungan kita. Rio sering sekali marah-marah, aku bingung dan merasa tidak tahu apa-apa. Apa mungkin dia punya masalah? Setiap kali aku bertanya dia selalu menjawab "gapapa, apasih kamu lebay banget". Tapi dengan tegar aku menjaga hubungan ini, mencoba pertahanin walau sulit rasanya.
Besok, hari dimana dia pertama kalinya bermain gitar dan bernyanyi dihadapan banyak orang. Aku gak sabar ingin melihat pacarku bernyanyi merdu disana. Aku mencoba menghubungi Rio untuk memberinya semangat tapi nihil, dia tak bisa dihubungi. Seketika aku resah, tapi aku ciba abaikan itu dengan sibuk memilih gaun yang cocok dan bagus untuk pergi ke acara besok. Akhirnya aku memilih baju terusan berwarna coklat dengan lengan panjang dan panjang selutut. Aku siap untuk hari besok! Bertepuk tangan paling kencang untuk pacarku!
Aku melangkah masuk kedalam restaurant dengan gugup. Ada sesuatu yang aneh, orangtua Rio sama sekali tak menyapaku. Aku seperti orang asing disini, sedih tapi aku kembali ceria ketika Rio menaiki panggung megah itu. Aku duduk paling depan dengan mata tak berkedip sedetikpun. Rio terlihat cool, menarik, ah dia pacarku paling wah! Rio mulai mengeluarkan suara, dia mengucapkan persembahan lagunya untuk... apa aku tak salah dengar? dia mengucapkan nama wanita lain! Aku semakin tak mengerti, mulutku semakin menganga ketika ada sosok wanita cantik sebayaku berjalan menaiki panggung dan duduk disamping Rio. Mereka bernyanyi berdua! Mataku benar-benar tak berkedip, tapi bulir-bulir air mata sungguh tak bisa kutahan. Selesai lagu, Rio mengumumkan sesuatu. Aku menatapnya tajam, Rio mengetahui keberadaanku dan dia menatapku. Namun tak ada senyuman, dia menatapku hanya sekilas. Dia mengumumkan jika wanita itu... tunangannya! Tunangan yang akan diadakan 3 hari kemudian! Apa aku shock? Apa aku kecewa? Apa aku marah? Jelas! Aku menganga, dengan air mata terus mengalir aku sama sekali tak bisa berkata apa-apa. Aku berdiri membalikkan badan dan berjalan lurus tanpa memperdulikan orang-orang disekelilingku. Tapi langkahku terhenti ketika ada seseorang berdiri dihadapanku. Joan, sahabatku. Dia menatapku dengan begitu dalam. Tangannya memegang pipiku dan mengusap air mataku. Joan menarik tanganku untuk keluar dari restaurant itu. Aku menoleh ke belakang, Rio menatapku. Entah tatapan apa itu. Joan mengajakku ke tempat yang tenang, sungguh aku baru menyadari. Siapa selama ini yang benar-benar peduli dan sayang padaku. Dia Joan, sahabatku.

Selasa, 22 Juli 2014

Hai kamu! Coba lihat sini

Hai kamu! Coba lihat sini, lihat apa yang aku lakukan. Kenapa pengertianku selalu salah dimata kamu? Ini bagai caci maki untukku, aku mencoba mengerti semuanya, semua yang kamu ingin, semua yang bikin kamu gelisah, tanpa mengertikan diri sendiri. Tapi, ini aku kok. Orang yang siap memberi pengertian tanpa harus

Rabu, 09 Juli 2014

Kurubah Status Kita

Sebelumnya dia memang orang yang baik untukku, sampai sekarang pun. Tapi dibalik itu semua, ada goresan-goresan kecil sehingga aku mulai melepaskannya. Singkat cerita, awal dia menyukaiku semuanya berjalan begitu lucu, indah, mengagumkan. Tapi, perjuangannya hanya di awal saja yang kurasa. Dia mulai bersikap yang tak kusukai, marah ketika aku pergi jalan sama temen, marah kalo kangen, komunikasi gajelas kalo lewat telpon atau message, apa-apa selalu serius, FLAT MONOTON. Berulang kali aku mencoba sabar dan diam, tapi sifatnya gak pernah berubah. Akhirnya aku coba bilang, dia meminta satu kesempatan

Sabtu, 17 Mei 2014

SADARI

Ingin tahu siapa yang benar-benar mencintaimu?
Sadari siapa yang ada ketika kamu terjatuh dan tak bisa berdiri lagi.
Sadari siapa yang ada ketika kamu menangis membutuhkan satu dekapan hangat.
Sadari siapa yang ada ketika kamu membutuhkan seseorang untuk menemani.

Minggu, 11 Mei 2014

Bisakah tetap disini?


Hey, mengapa kamu pergi? Bisakah untuk tetap tinggal disini? Ya, disini. Disampingku. Walau hanya sebentar, aku menikmati setiap detiknya kebersamaan ini. Walau sesering mungkin aku menyebalkan untukmu, tapi ketahuilah aku sangat merindukanmu. Walau aku terus diam, tapi bukan berarti tak ada

Senin, 21 April 2014

Hanya Cukup Mengerti

     Aku memang orang yang selalu salah dimatamu, setiap tingkah dan leluconku tak pernah ada yang benar dimatamu. Sayang, mungkin memang aku pernah melakukan satu kesalahan tanpa aku sadari. Seharusnya kamu tau jika ketidaksadaranku itu menandakan jika aku tak sengaja dan benar-benar

Minggu, 20 April 2014

Sulit Memendam Rindu


         Aku rasa aku memang benar-benar merindu, rindu kamu yang selalu membuat aku tertawa lepas. Rindu kamu yang selalu membuat aku jatuh cinta. Rindu kamu yang selalu membuat aku menangis jengkel atas ulahmu yang kuno tapi lucu, mengesankan. Tapi, kini kita jauh. Tiba-tiba saja jarak ingin membuat kita merasa saling curiga. Saling menuduh yang tidak-tidak satu sama lain. Itu keinginan mereka, tapi kita yang menjalani, kita pula yang

Jumat, 11 April 2014

Jangan Takut, Hati Kita itu Sama.



          Aku tahu apa yang dia rasakan, aku tahu apa yang dia impikan, aku tahu apa yang membuatnya bahagia. Aku mengetahui semuanya, namun aku hanya sekedar lelaki yang selalu diam memperhatikannya dari jauh.  Memang ini sangat buruk jika dilihat status ku adalah “lelaki”, tapi yang mesti kita semua tahu lelaki pun mempunyai rasa gengsi yang tinggi. Tapi untukku, bukan gengsi yang membuatku tak ingin mendekatinya. Namun aku melihat dari sudut pandang ekonomi keluargaku dan dia, benar-benar seperti bumi dan langit, bahkan aku yakin aku dan dia bagai air dan minyak. Sampai kapanpun tak bisa menyatu.

Kamis, 10 April 2014

Puisi Semangat Putih

SEMANGAT PUTIH
Anggita Reinna Dewi

Ia berjalan tanpa henti
Menghirup udara tanpa letih
Tersenyum tanpa lelah
Bernyanyi tanpa teman

Ku tatap matanya yang kosong
Ku belai rambutnya yang mulai hilang
Ku peluk tubuhnya yang lemah
Ku basuh wajahnya yang pucat

Selasa, 08 April 2014

Puisi Hutan




HUTAN
Anggita Reinna D
 
Engkau adalah serempak pohon yang berjajar
Engkau adalah harta terbesar dunia
Namun dunia selalu membunuhmu secara perlahan
Dunia yang dihuni berjuta manusia

Engkau tak pernah dipedulikan
Seakan-akan engkau hanyalah hiasan dunia semata
Marilah kita jaga hutan dunia ini
Yang merupakan paru-paru dunia

Manusia tak akan pernah bisa hidup tanpa paru-paru dunia
Manusia tanpa hutan bagai rumah tak berpondasi
Dengan niat dalam diri
Mari lestarikan hutan ini