Ternyata tidak mudah mencari sosok penggantimu, aku masih saja terbayang semua yang telah kita lalui. Ya, aku tau semuanya terjadi secara singkat. Tapi bukankah kenangan dan bahagia tidak kenal waktu? Kenangan demi kenangan mengalir begitu saja. Kamu yang dulu selalu membuat aku tertawa lepas, kini sesering mungkin membuat aku diam memandang dengan senyuman kelut. Kamu yang kini meninggalkan, membuat aku merasa
kehilangan. Lebih parahnya lagi, kini kamu menggenggam tangan yang lain. Semuanya terjadi secara singkat, sesingkat hubungan kita. Semuanya bak petir disaat hujan. Kini aku harus benar-benar merelakan, namun pergi dengan hati yang terpaksa ternyata tidak sesederhana yang aku kira. Aku harus memaksakan hatiku untuk melangkah. Mengikhlaskan seseorang yang aku sayang butuh waktu yang tidak singkat. Aku sadar satu hal, aku hanya beban bagimu. Semoga penggantiku akan selalu lebih membahagiakanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar