Selasa, 30 Desember 2014

Memang Pedih

Seseorang selalu datang dan pergi, tak peduli seberapa besar dia telah menyakiti, dia tidak pernah malu untuk kembali. Setiap orang datang kepadaku secara bergantian, mulanya memberi kebahagiaan namun diakhir selalu memberi kepedihan. Tapi aku, seolah tidak peduli dengan apa
yang mereka lakukan, dan selalu ingin mencoba cinta yang lain yang jelas akhirnya selalu sama. Peduli atau tidak tentang perasaan, disakiti memang menyedihkan. Tapi tak sedikitpun ingin aku membalas semua perlakuan mereka yang dengan gampangnya menyakiti hati seorang wanita. Setulus apapun cinta, mereka akan datang menyakiti. Aku tidak pernah menyerah untuk mencintai dengan tulus, walau mungkin akhirnya pedih itu kembali, aku sama sekali tidak akan membalas. Menangis, itu jalan satu-satunya. Bukan maksud cengeng, tapi percayalah ketika luapan air mata keluar masalah itu ikut teratasi walau hanya sedikit. Sisanya, kuserahkan semua pada yang di Atas. Allah tau apa yang harus Dia lakukan untuk melindungi dan membahagiakan makhluknya. 

Ada kalanya yang menyakiti merasakan apa yang kita rasakan. Ada yang berubah menjadi lebih baik namun ada pula yang meminta kita kembali namun mengulangi kesalahan yang sama. Jangan bersedih jika memang kamu mencintai namun selalu saja dicampakkan. Jika kamu ikhlas mencintai, kamupun akan ikhlas untuk disakiti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar