Jumat, 12 Juni 2015

Tak Terasa Waktu pun Berubah

Untuk kamu, yang selalu aku rindukan.
Hai kamu, kini kurasa semua telah berubah. Tidak ada lagi canda diantara kita, yang ada hanya kerinduan dan kekesalan yang aku rasakan. Entah, aku tak tahu apa yang kamu rasakan saat ini. Apakah merindukanku? Ah, aku tidak mau menjadi manusia yang so tahu.
Kerinduan dan kekesalan ini sungguh sangat tipis, datangnya pun selalu berbarengan.
Masih ingatkah kamu? Dulu kita sangat dekat. Dekat sekali.

Hai kamu, bolehkah aku meminta waktumu sedikit? Aku tak meminta waktu banyak layaknya kita dulu menghabiskan waktu 10jam bersama, kini aku hanya meminta 1 jam saja waktumu. Hanya kita berdua. Aku ingin berbicara tentang sakitku, masalahku, bahagiaku padamu.
Hai kamu, seringkali aku membutuhkanmu dikala malam datang. Seringkali aku merasa sesak di dada tiap kali malam datang. Aku hanya ingin menceritakan semuanya padamu. Kurasa aku kini sendiri, walau aku tahu kamu selalu ada mengirim pesan singkat, berusaha bercanda, berusaha seperti dulu, namun rasanya semua akan terus berbeda sebelum kita bertemu.
Aku mengerti, aku selalu mengerti kamu. Mengerti keadaan mu sekarang. Tapi pernahkah kamu memikirkan? Dulu kita tak seperti ini.
Tenanglah, aku juga mengerti. Mungkin hanya aku saja yang belum terbiasa dengan pengabaianmu. Aku yakin, setelah waktu berjalan walaupun begitu terasa lambat, aku akan terbiasa dengan semua ini. Aku akan terbiasa atas sikapmu yang dingin dan pengabaianmu.
Tenanglah, aku selalu percaya padamu. Sampai kapanpun.
Aku menyayangimu, Lelakiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar