Hari itu, aku mengunjungimu. Banyak yang ingin aku tanyakan,
banyak yang ingin aku ungkapkan. Tentang hubungan kita, yang semakin hari
semakin pudar. Namun, rasa rindu mengalahkan semuanya. Aku sama sekali tak
ingin membicarakannya, aku hanya ingin menikmati hari ini bersamamu. Namun saat
itu juga, kamu menyuruhku pulang hanya karena aku sakit. Taukah kamu? Aku
merasa baik-baik saja ketika aku berada dekat
denganmu. Taukah kamu? Aku terus
memohon didalam hati, agar aku bisa terus denganmu walaupun hanya hari ini. Aku
memelukmu erat saat itu juga, taukah? Aku merasa itu adaah saat-saat terakhir
aku bisa memelukmu erat.
Kenyataanpun ternyata tak sejalan, kamu meninggalkanku.
Pelukan saat itu... benar-benar pelukan terakhir. Sayang, aku hanya berpesan.
Jagalah dirimu baik-baik, sukseslah kamu, jika suatu saat nanti Tuhan
menjodohkanmu dengan wanita yang kamu inginkan, berbahagialah. Do’aku tak
pernah berhenti untukmu. Jika kehilangan kamu adalah takdirku, aku berusaha
ikhas. Jika suatu saat nanti kamu membutuhkanku, datanglah. Aku tidak akan
mengabaikanmu. Karena nyatanya, aku benar-benar mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar