Kamu.
Banyak hal yang ingin aku
sampaikan. Banyak sekali bulir-bulir kekecewaan yang aku pendam. Aku
memang sempat menangis di hadapan mu, dan seharusnya kamu mengerti
sedalam apa luka yang kamu goreskan di hati bahkan hidupku.
Pertama,
aku sangat menyayangimu. Mungkin tak sepadan dengan rasa sayang
perempuan-perempuan lain kepadamu. Tapi, satu yang harus kamu tahu. Jika
suatu saat kamu berada di kehidupan yang rumit dan runyam, aku lah
orang yang bersedia kau bagikan beban untuk di pikul.
Kedua,
aku begitu mempercayaimu. Sampai-sampai jika kamu tidak memberiku
kabar, aku tetap percaya bila setiap langkah yang kamu ambil adalah
langkah yang baik dan tak akan menyakiti siapapun termasuk aku.
Ketiga,
aku begitu nyaman dengan mu. Di kala susah dan senang, aku tetap berada
disampingmu. Karena dalam keadaan susah, aku tahu kamu hanya
membutuhkan pundak yang dengan ikhlas bersedia menopang kepedihanmu.
Namun,
semua keikhlasanku ini kamu hancurkan sekejap saja. Kamu pergi menemui
perempuan lain, perempuan yang sempat tinggal di hati mu dulu. Kamu
pergi diam-diam, sampai akhirnya aku mengetahui semuanya. Aku tidak asal
mengambil keputusan, aku masih ingin mendengarkan penjelasanmu. Dari
caramu berbicara dan bagaimana matamu menjelaskan, begitu jelas, tidak
ada rasa bersalah hadir dalam diri dan hatimu. Tanpa kamu tahu, sayang,
kepercayaan dan kepedulianku terhadapmu sirna. Aku merasa semesta begitu
kejam.
Kamu meminta maaf dan
berusaha menenangkanku ketika dengan lemah dan rapuh aku terisak di
hadapanmu. Andai saja maaf bisa menyembuhkan luka. Andai saja
kepercayaan bisa di bangun kembali dengan mudah. Dan andai saja pada
saat itu yang berperan adalah logika, bukan perasaan, mungkin aku tidak
akan sekacau ini. Terkadang, aku merutuki diriku sendiri. Kemana
logikaku saat itu? Sebegitu rapuhkah aku? Sebegitu lemahkah aku?
Aku
hanya ingin menyampaikan. Terima kasih, goresan luka dari mu sungguh
membekas. Kamu berhasil membuat kepercayaanku tenggelam bersama tangis
dan membuatku merasa menjadi manusia yang binasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar