Selasa, 30 Desember 2014

Memang Pedih

Seseorang selalu datang dan pergi, tak peduli seberapa besar dia telah menyakiti, dia tidak pernah malu untuk kembali. Setiap orang datang kepadaku secara bergantian, mulanya memberi kebahagiaan namun diakhir selalu memberi kepedihan. Tapi aku, seolah tidak peduli dengan apa
yang mereka lakukan, dan selalu ingin mencoba cinta yang lain yang jelas akhirnya selalu sama. Peduli atau tidak tentang perasaan, disakiti memang menyedihkan. Tapi tak sedikitpun ingin aku membalas semua perlakuan mereka yang dengan gampangnya menyakiti hati seorang wanita. Setulus apapun cinta, mereka akan datang menyakiti. Aku tidak pernah menyerah untuk mencintai dengan tulus, walau mungkin akhirnya pedih itu kembali, aku sama sekali tidak akan membalas. Menangis,

Jumat, 05 Desember 2014

Pengabaiannya

        Ada beberapa arti pengabaian seseorang terhadapmu. Dia tidak ingin kamu mengganggu aktivitasnya walau sekecil apapun, dia tipe orang yang cuek (tidak memikirkan perasaan kamu) dan bisa jadi dia tipe orang yang ga suka basa-basi (dalam artian dia tidak suka berkomunikasi jika hanya membicarakan sesuatu yang tidak penting). Namun, jangan selalu berfikir negatif pada "pengabaian". Memang diabaikan itu rasanya sangat tidak enak, seperti tidak memiliki namun nyatanya memiliki. Tapi karena pengabaian, rasa rindu selalu memuncak. Tak peduli seberapa sering bertemu, tak peduli seberapa sering bertatap mata, tak peduli seberapa sering saling melempar senyuman, rindu itu selalu ada. Banyak cara untuk menghadapi pengabaiannya :
1. Beri dia pengertian, biarkan dia sibuk dengan aktivitasnya. Namun jangan sampai kita tidak memperhatikannya.
2. Sibukkan dirimu dengan banyak aktifitas agar kamu tidak terlalu memikirkannya.
3. Jangan biarkan kamu sendirian tanpa ada yang mengajak berbicara, karena pasti ingatan kamu bakal selalu tertuju pada dia.
4. Ketika dia menghubungi, jangan sampai kamu ingin membalas pengabaiannya. Penyesalan selalu diakhir.