Senin, 21 April 2014

Hanya Cukup Mengerti

     Aku memang orang yang selalu salah dimatamu, setiap tingkah dan leluconku tak pernah ada yang benar dimatamu. Sayang, mungkin memang aku pernah melakukan satu kesalahan tanpa aku sadari. Seharusnya kamu tau jika ketidaksadaranku itu menandakan jika aku tak sengaja dan benar-benar

Minggu, 20 April 2014

Sulit Memendam Rindu


         Aku rasa aku memang benar-benar merindu, rindu kamu yang selalu membuat aku tertawa lepas. Rindu kamu yang selalu membuat aku jatuh cinta. Rindu kamu yang selalu membuat aku menangis jengkel atas ulahmu yang kuno tapi lucu, mengesankan. Tapi, kini kita jauh. Tiba-tiba saja jarak ingin membuat kita merasa saling curiga. Saling menuduh yang tidak-tidak satu sama lain. Itu keinginan mereka, tapi kita yang menjalani, kita pula yang

Jumat, 11 April 2014

Jangan Takut, Hati Kita itu Sama.



          Aku tahu apa yang dia rasakan, aku tahu apa yang dia impikan, aku tahu apa yang membuatnya bahagia. Aku mengetahui semuanya, namun aku hanya sekedar lelaki yang selalu diam memperhatikannya dari jauh.  Memang ini sangat buruk jika dilihat status ku adalah “lelaki”, tapi yang mesti kita semua tahu lelaki pun mempunyai rasa gengsi yang tinggi. Tapi untukku, bukan gengsi yang membuatku tak ingin mendekatinya. Namun aku melihat dari sudut pandang ekonomi keluargaku dan dia, benar-benar seperti bumi dan langit, bahkan aku yakin aku dan dia bagai air dan minyak. Sampai kapanpun tak bisa menyatu.

Kamis, 10 April 2014

Puisi Semangat Putih

SEMANGAT PUTIH
Anggita Reinna Dewi

Ia berjalan tanpa henti
Menghirup udara tanpa letih
Tersenyum tanpa lelah
Bernyanyi tanpa teman

Ku tatap matanya yang kosong
Ku belai rambutnya yang mulai hilang
Ku peluk tubuhnya yang lemah
Ku basuh wajahnya yang pucat

Selasa, 08 April 2014

Puisi Hutan




HUTAN
Anggita Reinna D
 
Engkau adalah serempak pohon yang berjajar
Engkau adalah harta terbesar dunia
Namun dunia selalu membunuhmu secara perlahan
Dunia yang dihuni berjuta manusia

Engkau tak pernah dipedulikan
Seakan-akan engkau hanyalah hiasan dunia semata
Marilah kita jaga hutan dunia ini
Yang merupakan paru-paru dunia

Manusia tak akan pernah bisa hidup tanpa paru-paru dunia
Manusia tanpa hutan bagai rumah tak berpondasi
Dengan niat dalam diri
Mari lestarikan hutan ini

Puisi Gelap Tenangkan Aku




Gelap Tenangkan Aku
Anggita Reinna D

Hembusan angin malam yang menderu

Menyapaku dengan begitu lembutnya

Aku takut pagi mulai muncul

Aku terdiam ketika begitu banyak sinar yang merasuk pada tulang rusuku

Begitu banyak masalah yang menghampiriku

Aku berniat membunuh matahari yang selalu mendatangkan cahaya pagi