Rabu, 12 Agustus 2015

Pertemuan Singkat, Punya Cerita

Kami kembali dipertemukan setelah 4tahun lamanya tidak bertemu & tidak saling bertatap mata lagi. Saya mengenalnya 7tahun yang lalu, saat kami masih berumur 12 tahun. Namun kita hanya saling mengenal, tak pernah saling berbicara, tak pernah saling bercerita. Masa dimana saya hanya mengetahui namanya, tingkahnya yang aneh dan suaranya yang selalu terdengar keras. Jauh berbeda dengan saat ini, ketika kami kembali dipertemukan diumur 19tahun. Dia berubah menjadi lelaki yang sangat menyenangkan, baik dan satu yang begitu terlihat perubahannya, dia terlihat sangat dewasa, tubuhnya pun semakin tinggi. Pertemuan itu jelas singkat, hanya terjadi 10detik. Setelah itu kami tidak bertemu lagi, namun ada yang aneh. Kami saling bertukar cerita, bertukar suara, bertukar foto bahkan bertatap wajah lewat media sosial. Aneh, karena saya selalu berfikir kenapa bisa?
Disamping itu saya percaya, pertemuan itu merupakan satu rencana yang Maha Kuasa. Kita melangkah pun merupakan rencanaNya. Apalagi dengan pertemuan?
Saya pun memiliki perasaan yang lebih, perasaan yang bukan hanya untuk teman. Saya memiliki harapan yang lebih, harapan yang setiap saat saya ucapkan kepadaNya. Hatipun selalu bergetar setiap kali dia bertingkah yang menurut saya romantis. Saya selalu tertawa lepas saat dia seringkali membuat lelucon aneh. Saya tidak pernah tahu apa rencana Allah selanjutnya. Namun, saya yakin Allah selalu mendengar apa yang saya harapkan. Dan saya akui jika saya benar-benar menyayanginya. Terhitung sejak saya dipertemukan kembali dengannya. Hingga saat ini.

Jumat, 12 Juni 2015

Tak Terasa Waktu pun Berubah

Untuk kamu, yang selalu aku rindukan.
Hai kamu, kini kurasa semua telah berubah. Tidak ada lagi canda diantara kita, yang ada hanya kerinduan dan kekesalan yang aku rasakan. Entah, aku tak tahu apa yang kamu rasakan saat ini. Apakah merindukanku? Ah, aku tidak mau menjadi manusia yang so tahu.
Kerinduan dan kekesalan ini sungguh sangat tipis, datangnya pun selalu berbarengan.
Masih ingatkah kamu? Dulu kita sangat dekat. Dekat sekali.

Kamis, 26 Maret 2015

Tak Semudah Kupikir


Ternyata tidak mudah mencari sosok penggantimu, aku masih saja terbayang semua yang telah kita lalui. Ya, aku tau semuanya terjadi secara singkat. Tapi bukankah kenangan dan bahagia tidak kenal waktu? Kenangan demi kenangan mengalir begitu saja. Kamu yang dulu selalu membuat aku tertawa lepas, kini sesering mungkin membuat aku diam memandang dengan senyuman kelut. Kamu yang kini meninggalkan, membuat aku merasa

Sabtu, 07 Maret 2015

Seorang Pengganti

Akhirnya kamu menemukan seorang pengganti yang memang jauh lebih baik dariku. Aku memang tidak pantas untuk kamu, aku sadar akan hal itu. Tapi, bagaimana bisa aku menahan semua perasaan ini? Bagaimana bisa aku memendam semuanya sendirian? Apa kamu tahu bagaimana hancurnya aku ketika kamu tidak peduli akan perasaanku dan dengan gampangnya menemukan penggantiku?

Selasa, 17 Februari 2015

Aku, masih sama seperti dulu



Aku disini masih sendiri, entah apa yang harus aku lakukan selain terus memikirkanmu yang pergi meninggalkanku dengan sayatan pedih yang membuat hatiku berkecamuk. Aku yang berjuang mempertahankanmu, aku yang berjuang menerimamu apa adanya, tapi yang kudapat hanya arti sebuah kehilangan. Taukah kamu bagaimana rasanya ditinggalkan lagi sayang-sayangnya? Percayalah, semuanya lebih dari sekedar kata

Last Hug



Hari itu, aku mengunjungimu. Banyak yang ingin aku tanyakan, banyak yang ingin aku ungkapkan. Tentang hubungan kita, yang semakin hari semakin pudar. Namun, rasa rindu mengalahkan semuanya. Aku sama sekali tak ingin membicarakannya, aku hanya ingin menikmati hari ini bersamamu. Namun saat itu juga, kamu menyuruhku pulang hanya karena aku sakit. Taukah kamu? Aku merasa baik-baik saja ketika aku berada dekat